Aqiqah Sakinah, Penyedia Paket Aqiqah Terbaik, Pilihan Keluarga Sakinah di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Mojokerto dan Sekitarnya
Kami menyediakan dan melayani jasa aqiqah murah di Surabaya dengan paket pilihan aqiqah sesuai kebutuhan Anda. Kami akan berikan paket terbaik dengan harga terjangkau untuk kebutuhan ibadah aqiqah anak Anda.
Sakinah aqiqah siap melayani pemesanan aqiqah untuk acara aqiqah buah hati Anda, sehingga ibadah menjadi lebih mudah dan praktis.
Keunggulan Sakinah Aqiqah Surabaya
Kambing berkualitas
Pilihan kambing aqiqah terbaik yang sehat dan sesuai syariat, baik jantan maupun betina
Rasa Enak
Aneka masakan daging kambing dengan rasa yang enak tanpa bau kambing yang menyengat.
Harga Terjangkau
Aneka menu aqiqah dengan harga hemat dan terjangkau, sesuai kemampuan Anda.
Layanan Terbaik
Layanan yang terbaik dan memuaskan untuk membantu Anda menjalankan ibadah aqiqah keluarga Anda
Harga Layanan Paket Aqiqah Surabaya
Karena kami ingin memberikan yang terbaik untuk aqiqah putra putri Anda
Alhamdulillah, Alllohumma Sholli 'alaa Nabi Muhammad saw.
Alhamdulillah kita di pertemukan kembali oleh Alloh dengan bulan Ramadhan, sebuah bulan yang pada generasi pertama ummat ini menjadi poros dalam mengaruhi bulan demi bulan selama 1 tahun lamanya. Dimana 6 bulan setelah Ramadhan, para sahabat Nabi saw berdoa kepada Alloh supaya di terima amal mereka selama Ramadhan, sedangkan 6 bulan sebelum Ramadhan, para sahabat Rosul saw berdoa kepada Alloh supaya di pertemukan dengan bulan Ramadhan. Allohuakbar.
Kenapa sedemikian hebat bulan ini? sehingga para pendahulu ummat ini sangat mengharapkan kehadirannya..
Pada kesempatan ini kita akan membahas di atara penyebabnya. artikel ini kami buat bersarkan sebuah buku yang di cetak oleh Pustaka Cahaya Peradaban yang di tulis oleh Ust Ahmad Fadoil
Baik, mari kita mulai pembahasan ini.
1. Ramadhan Adalah pembeda ummat ini dengan Yahudi dan Nasrani. by sakinah aqiqah.
Para pembaca yang baik, Perintah puasa pertama kali turun pada bulan Sya'ban, tahun ke 2 Hijriyah, tepat nya pada 2 Sya'ban.
pada saat itu, beredar rumor di kalangan kaum yahudi dan Nasrani, bahwa agama ini, Islam, merupakan agama yang sama dengan agama mereka, yakni Yahudi dan Nasrani. Kenapa..? karena beberapa konsep ibadah nya sama dengan mereka, di antaranya adalah kebiasaan
- Puasa 10 'Asyuro, yakni puasa pada tanggal 10 Muharram, yang mana puasa tersebut adalah ugkapan rasa syukur kaum yahudi atas kemenangan Musa AS atas Fir'aun
- Arah Kiblat yang sama, yakni ke arah Baitul Maqdis, Palestina.
- dll (tidak kita bahas detail pada artike kita kali ini)
Nah, atas dasar itulah, Rosul Saw merasa gundah dan bersedih. Maka Alloh menurunkan perintah Puasa Ramadhan, dan dalam waktu yang tidak lama, sekitar pertangahan Sya'ban, Rosul menerima perintah perubahan arah kiblat, dari yang semula menghadap ke Baitul Maqdis, berubah ke arah Baitullah, Ka'bah di Makkah.
Di antara kaum Muslimin saat itu, ada mukmin yang hanya ikut-ikutan, bahkan ada yang munafiq.
dengan di adakan nya syariat Puasa selama Ramadhan, mereka yang hanya ikut ikutan dan munafiq tidak mau melaksanakan syariat ini. Maka tersaringlah mana yang sungguh sungguh beriman dan yang tidak.
3. Ramadhan sebagai persiapan perang Badar. by sakinah aqiqah
Tepat 1 bulan setalah terbitnya perintah puasa Ramadhan, kaum muslimin di hadapkan pada sebuah perang Puputan, perang habis habisan dengan kamu quroish dan sekutu sekutunya. Tepat pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah, kaum Muslimin yang berjumlah 300 an orang, berhadapan dengan 1000 kaum quroish dan kroni nya. sebuah jumlah yang sangat tidak seimbang.
Belum lagi peralatan perang yang minim, sekaligus jumlah armada nya.
Perbandingan Detail Pasukan:
Jumlah Personel: Pasukan Muslim berjumlah sekitar 313-317 orang, sedangkan Quraisy berjumlah sekitar 1.000 orang (3 banding 1).
Perlengkapan Perang: Quraisy memiliki persenjataan lengkap, termasuk 600 baju besi dan ratusan kuda/unta. Sebaliknya, kaum Muslimin sangat minim alat, hanya mengandalkan 70 unta dan 2 kuda.
Kondisi Fisik & Mental: Sebagian besar pasukan Muslim sedang berpuasa di bulan Ramadhan, namun memiliki semangat jihad dan tingkat kepatuhan tinggi.
Para pembaca yang baik, Perang membutuhkan persiapan fisik dan mental yang tangguh. diantara kesiapan fisik adalah bertahannya tubuh untuk tidak makan dan minum. maka Ramadhan menjadi latihan bagi para pejuang untuk melaksanakan pertempuran yang maksimal.
Wallohu a'lam
Demikian yang bisa kami sampaikan pada tulisan singkat kali ini, semoga menjadi inspirasi dan penyemangat kita dalam melaksanakan puasa pada ramadhan kali ini.
Sakinah Aqiqah. Alhamdulillah, alluhumma Sholli 'Alaa Sayyidina Muhammad. Pada hari ini, Sabtu, 14 Pebruari 2026, bertepatan dengan 26 Sya'ban 1947 H, kami akan membahas syariat Alloh terkait dengan Puasa pada bulan Ramadhan, dan keterkaitannya dengan kewajiban menjalankan Syariat Alloh swt.
Puasa Ramadhan adalah sarana pembentukan takwa sekaligus momentum penguat kewajiban menjalankan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh/total) sesuai QS. Al-Baqarah: 208. Berislam secara kaffah menuntut ketaatan pada seluruh ajaran Islam—akidah, ibadah, muamalah—bukan parsial, sebagai bentuk penyerahan diri total dan menghindari langkah setan.
Berikut adalah poin penting terkait puasa dan kewajiban syariat Islam secara kaffah: by sakinah aqiqah
Tujuan Puasa dan Ketakwaan: Puasa diwajibkan agar menjadi pribadi yang bertakwa, yang berarti menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Makna Kaffah (Totalitas): Berdasarkan QS. Al-Baqarah: 208,
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.
umat Islam diperintahkan untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, tidak sepotong-sepotong.
Puasa sebagai Latihan Totalitas: Selama puasa, seseorang dilatih menahan diri dari hal-hal yang halal (makan/minum) di siang hari, yang seharusnya mempermudah untuk menahan diri dari hal-hal yang haram.
Implementasi Syariat: Islam kaffah mencakup aspek individu (ibadah, akhlak) dan sosial (hukum, ekonomi, sosial).
Konsekuensi: Mengabaikan sebagian syariat berarti keislaman seseorang belum kaffah.
Puasa merupakan wujud kepatuhan terhadap rukun Islam, yang menjadi gerbang utama untuk mengaplikasikan seluruh aturan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan, tidak hanya terbatas pada ibadah ritual.
Demikian secara singkat kami sampaikan, apabila benar, maka semata mata dari Alloh swt, apabila ada kesalahan, maka murni dari kami pribadi
Sakinah Aqiqah. Mencukur rambut bayi saat aqiqah adalah sunnah muakkad yang dianjurkan pada hari ketujuh kelahiran, bersamaan dengan pemberian nama dan penyembelihan hewan aqiqah. Proses ini dilakukan dengan mencukur habis seluruh rambut, menimbangnya, lalu menyedekahkan perak senilai berat rambut tersebut. Rambut dicukur bersih, bukan sekadar dipotong sebagian.
MENGAOLAH DAGING KAMBING SUPAYA TIDAK BAU PRENGUS, BY SAKINAH AQIQAH
Sakinah Aqiqah. Salah satu tantangan ketika
mengolah daging kambing adalah bau amis dan prengus yang menempel pada daging.
Seperti yang kita ketahui, olahan daging kambing sebenarnya sangat enak dan
lezat. Selain daging ayam dan daging sapi, daging kambing merupakan salah satu
sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.
Apalagi saat aqiqah seperti
ini biasanya daging akikah diolah menjadi gulai, sate, tongseng, dan masih
banyak lagi. Daging kambing mengandung zat gizi yang berguna untuk tubuh,
seperti kalori, kolesterol, lemak dan zat besi.
Tekstur dan rasa daging akan
lebih empuk dan lezat apabila diolah dengan cara yang benar, berikut merupakan
cara untuk mengolah daging kambing agar tidak alot dan bau prengus :
1.Jangan dicuci cukup direbus, by Sakinah aqiqah
Jangan mencuci
daging kambing setelah disembelih, sebab dengan dicuci bau prengus pun akan
keluar menyengat. Jadi cara yang harus dilakukan adalah cukup rebus daging
hingga mendidih, setelah itu buang kotoran dan busa yang keluar selama proses
merebus.
2.Hilangkan bau prengus kambing dengan parutan buah
nanas, by Sakinah Aqiqah
Buah nanas dapat
dimanfaatkan untuk menghilangkan bau prengus pada kambing, caranya cukup mudah.
Pertama kupas buah nanas hingga bersih kemudian parut, rendam daging kambing
pada parutan nanas tersebut selama kurang lebih sepuluh sampai tigapuluh menit.
Akan tetapi jangan merendam terlalu lama karena dapat menyebabkan tekstur
daging akan berubah menjadi sangat empuk.
3.Olah daging menggunkana daun papaya, by Sakinah Aqiqah
Cara untuk
mengolah daging kambing agar empuk adalah dengan merebusnya menggunakan daun
papaya. Cara yang pertama adalah cuci daun papaya sampai bersih, bungkus daging
dengan daun papaya tersebut dan lanjutkan dengan di rebus. Setelah selesai anda
bisa mengolah daging sesuai dengan selera anda.
4.Hilangkan bau dengan membuang lemak daging, by Sakinah Aqiqah
Selain dari
daging, bau prengus kambing juga dihasilkan oleh lemaknya. Untuk mempermudahkan
proses pemisahan lemak, maka daging baiknya di dinginkan pada freezer terlebih
dahulu. Dengan didinginkan maka lemak akan mengeras dan mudah untuk dipisahkan
dari daging kambing.
5.Menggunkan air perasan jeruk nipis, by Sakinah Aqiqah
Cara selanjutnya adalah dengan
menggunkan air perasan jeruk nipis, anda cukup menyiramkan air jeruk kedaging
kambing dan diamkan kurang lebih selama tiga puluh menit, maka bau prenguspun
akan menghilang.
Cukup merepotkan memang untuk
mengolah daging kambing aqiqah sendiri. Disebutkan bahwa meringankan pekerjaan
orang lain juga merupakan bagian dari ibadah, oleh sebab itu jasa paket aqiqah
“Sakinah Aqiqah Surabaya” menawarkan berbagai macam paket olahan daging kambing
aqiqah dengan rasa yang enak dan lezat. Untuk info yang leboh jelas anda bisa
langsung menghubingicall center Sakinah
Aqiqah Surabaya
Aqiqah atau al akikah merupakan
bentuk rasa syukur kepada Allah atas lahirnya seorang anak. Syarat kambing
aqiqah untuk anak laki-laki dan anak perempuan berbeda, untuk anak laki-laki
disunnahkan menyembelih dua ekor kambing sedangkan untuk anak perempuan cukup
satu ekor kambing.
Sesuai dengan hadits riwayat
Abu Daud
أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ
صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ
مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ
“Artinya: Rasulullah
Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor
kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor
kambing untuk bayi perempuan.”
Lalu
yang menjadi pertanyaannya adalah aqiqah itu wajib atau sunnah?
Hadits yang mendasari
pelaksanaan aqiqah antara lain
كل غلام مرتهن بعقيقته
تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى
“Artinya: Setiap anak tergadai
dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis rambutnya,
dan diberi nama.”
Ada tiga pendapat dari ulama
terkait hukum aqiqah yaitu ada yang berpendapat bahwa aqiqah wajib, aqiqah
sunnah mu’akkad dan juga aqiqah sunnah. Akan tetapi para ulama kontemporer
memfatwakan bahwa aqiqah hukumnya sunnah mu’akkad, yang maksutnya adalah sangat
dianjurkan untuk dikerjakan.
Akikah sebagai sarana untuk
menampakkan rasa gembira di dalam melaksanakan suatu syari’at Islam & juga
bertambahnya keturunan kaum mukmin. Sehingga yang akan memperbanyak umat dari
Rasulullah SAW pada hari kiamat nanti. Akikah juga merupakan suatu bentuk
pendekatan diri kepada Allah dengan melakukan ibadah berbagi rejeki dengan kaum
yang tidak mampu.
Begitulah uraian singkat yang
Sakinah Aqiqah Surabaya ringkas terkait hukum aqiqah, semoga bisa bermanfaat
untuk anda. Dan untuk anda yang bertempat tinggal di Surabaya dan sudah membaca
artikel ini serta paham terkait tata cara aqiqah namun belum berani untuk
melakukan penyembelihan kambing aqiqah sendiri, Sakinah Aqiqah Surabaya
menawarkan jasa layanan aqiqah dan cathering untuk acara aqiqah anak. Apabila
ada hal yang ingin ditanyakan terkait paket aqiqah atau penyembelihan kambing
aqiqah, anda bisa langsung menghubungi call center Sakinah Aqiqah Surabaya di
bawah ini
Alhamdulillah, Syukur senantyasa kita panjatkan kepada Alloh, Robb seluruh Alam, pengatur seluruh alam semesta, serta Pemilik aturan tertinggi, sehingga dengan aturan tersebut selamatlah kehidupan seluruh isi jagad raya.
sholawat dan salam untuk Baginda Rosul SAW, yang dengan perantara Beliau sampailah syariat dan aturan Alloh kepada kita, seluruh Ummat Manusia.
Pada kesempatan kali ini akan kita bahas sebuah kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat kita, khusus nya orang jawa dan madura, dan kegiatan yang sering dilakukan oleh kaum muslimin.
kegiatan terebut adalah kegiatan SELAPANAN dan AQIQAH/ AQIQOH.
Dalil hukum aqiqah mayoritas ulama menunjukkan hukumnya adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan), berdasarkan hadis seperti "Setiap anak tergadai (tertebus) dengan aqiqahnya, disembelih atas namanya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberi nama" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi), sebagai bentuk syukur dan tebusan atas lahirnya anak.
Dalil lain memperbolehkan aqiqah bagi yang mampu, namun ada pula ulama yang berpendapat sebagai kewajiban karena menanggung nafkah anak.
Hadis Samurah bin Jundab: "Semua anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama." (HR. Ahmad, Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa aqiqah adalah sarana untuk membebaskan anak dari "gadaian" (tanggung jawab) dan menjadi bentuk syukur.
Hadis Amr bin Syu'aib dari kakeknya:
"Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi, maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing." (HR. Abu Dawud, Nasa'i)
.
Hadis Ibnu Abbas: Rasulullah SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing (maksudnya dua ekor untuk laki-laki).
Mayoritas Ulama (Jumhur Ulama): Hukumnya adalah Sunnah Muakkadah, artinya sangat dianjurkan dan dicontohkan Nabi, namun tidak berdosa jika ditinggalkan jika tidak mampu.
Imam Syafi'i: Menganggapnya sunnah muakkadah, mengacu pada hadis yang memperbolehkan, seperti "Barang siapa di antara kamu ingin bersedekah buat anaknya, bolehlah ia berbuat" (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai).
Ulama yang Berpendapat Wajib: Mengambil dasar dari hadis Samurah (anak tergadai), berargumen orang tua menanggung nafkahnya, sehingga aqiqah adalah kewajiban.
BERUBAHNYA HUKUM AQIQAH, MENJADI WAJIB SECARA MUTLAK, by Sakinah Aqiqah
Sebuah hukum umum, bisa berubah secara mutlak, apabila ada kejadian yang menjadikan nya berubah. Yakni berubah menjadi WAJIB AQIQAH, bagaimana bisa demikian?
Apabila orang tua si bayi ber nadzar untuk melaksanakan aqiqah, maka aqiqah menjadi wajib hukumnya