Ada Apa dengan Ramadhan..? by Sakinah Aqiqah
Assalamualaikum Warohamatulloh Wabarikatuh.
Alhamdulillah, Alllohumma Sholli 'alaa Nabi Muhammad saw.
Alhamdulillah kita di pertemukan kembali oleh Alloh dengan bulan Ramadhan, sebuah bulan yang pada generasi pertama ummat ini menjadi poros dalam mengaruhi bulan demi bulan selama 1 tahun lamanya. Dimana 6 bulan setelah Ramadhan, para sahabat Nabi saw berdoa kepada Alloh supaya di terima amal mereka selama Ramadhan, sedangkan 6 bulan sebelum Ramadhan, para sahabat Rosul saw berdoa kepada Alloh supaya di pertemukan dengan bulan Ramadhan. Allohuakbar.
Kenapa sedemikian hebat bulan ini? sehingga para pendahulu ummat ini sangat mengharapkan kehadirannya..
Pada kesempatan ini kita akan membahas di atara penyebabnya. artikel ini kami buat bersarkan sebuah buku yang di cetak oleh Pustaka Cahaya Peradaban yang di tulis oleh Ust Ahmad Fadoil
Baik, mari kita mulai pembahasan ini.
1. Ramadhan Adalah pembeda ummat ini dengan Yahudi dan Nasrani. by sakinah aqiqah.
Para pembaca yang baik, Perintah puasa pertama kali turun pada bulan Sya'ban, tahun ke 2 Hijriyah, tepat nya pada 2 Sya'ban.
pada saat itu, beredar rumor di kalangan kaum yahudi dan Nasrani, bahwa agama ini, Islam, merupakan agama yang sama dengan agama mereka, yakni Yahudi dan Nasrani. Kenapa..? karena beberapa konsep ibadah nya sama dengan mereka, di antaranya adalah kebiasaan
- Puasa 10 'Asyuro, yakni puasa pada tanggal 10 Muharram, yang mana puasa tersebut adalah ugkapan rasa syukur kaum yahudi atas kemenangan Musa AS atas Fir'aun
- Arah Kiblat yang sama, yakni ke arah Baitul Maqdis, Palestina.
- dll (tidak kita bahas detail pada artike kita kali ini)
Nah, atas dasar itulah, Rosul Saw merasa gundah dan bersedih. Maka Alloh menurunkan perintah Puasa Ramadhan, dan dalam waktu yang tidak lama, sekitar pertangahan Sya'ban, Rosul menerima perintah perubahan arah kiblat, dari yang semula menghadap ke Baitul Maqdis, berubah ke arah Baitullah, Ka'bah di Makkah.
2. Ramadhan sebagai penyaring. by sakinah aqiqah
Di antara kaum Muslimin saat itu, ada mukmin yang hanya ikut-ikutan, bahkan ada yang munafiq.
dengan di adakan nya syariat Puasa selama Ramadhan, mereka yang hanya ikut ikutan dan munafiq tidak mau melaksanakan syariat ini. Maka tersaringlah mana yang sungguh sungguh beriman dan yang tidak.
3. Ramadhan sebagai persiapan perang Badar. by sakinah aqiqah
Tepat 1 bulan setalah terbitnya perintah puasa Ramadhan, kaum muslimin di hadapkan pada sebuah perang Puputan, perang habis habisan dengan kamu quroish dan sekutu sekutunya. Tepat pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah, kaum Muslimin yang berjumlah 300 an orang, berhadapan dengan 1000 kaum quroish dan kroni nya. sebuah jumlah yang sangat tidak seimbang.
Belum lagi peralatan perang yang minim, sekaligus jumlah armada nya.
Perbandingan Detail Pasukan:
- Jumlah Personel: Pasukan Muslim berjumlah sekitar 313-317 orang, sedangkan Quraisy berjumlah sekitar 1.000 orang (3 banding 1).
- Perlengkapan Perang: Quraisy memiliki persenjataan lengkap, termasuk 600 baju besi dan ratusan kuda/unta. Sebaliknya, kaum Muslimin sangat minim alat, hanya mengandalkan 70 unta dan 2 kuda.
- Kondisi Fisik & Mental: Sebagian besar pasukan Muslim sedang berpuasa di bulan Ramadhan, namun memiliki semangat jihad dan tingkat kepatuhan tinggi.
Para pembaca yang baik, Perang membutuhkan persiapan fisik dan mental yang tangguh. diantara kesiapan fisik adalah bertahannya tubuh untuk tidak makan dan minum. maka Ramadhan menjadi latihan bagi para pejuang untuk melaksanakan pertempuran yang maksimal.
Wallohu a'lam
Demikian yang bisa kami sampaikan pada tulisan singkat kali ini, semoga menjadi inspirasi dan penyemangat kita dalam melaksanakan puasa pada ramadhan kali ini.
Info dan pemesanan Aqiqah :
Tidak ada komentar :
Posting Komentar