Makan dan Minum yang Sunnah

Pages

Makan dan Minum yang Sunnah

Adab Makan dan Minum, by SAkinah Aqiqah

Alhamdulillah, wa Sholli Alaa Nabi Muhammad.

Pada tulisan kali ini, kita akan membahas beberapa adab makan yang mulai di tinggalkan kaum Muslimin, baik dalam perjamuan makan bersama, maupun saat makan sendiri.

Kami merasa perlu mengingatkan kembali, karena adab tersebut sudah mulai luntur, bahkan tidak lagi di anggap sebagai syariat yang harus di taati dalam agama ini.

Kami menulis artikel sederhana ini, pada bulan Pebruari, tanggal 21, tahun 2026. Bertepatan dengan 4 Ramadhan 1447 Hijriyah. Pada waktu ini, kita sering di pertemukan dengan perjamuan makan bersama, atau mungkin sekedar makan takjil berbuka puasa di Masjid/ Musholla, di mana para anak anak , pemuda, bahkan orang tua nya sudah meninggalkan adab adab dalam hal makan dan minum.

Adab makan dan minum dalam Islam berlandaskan hadits Nabi SAW untuk mencari keberkahan dan kesehatan. Poin utamanya adalah membaca basmalah, makan/minum menggunakan tangan kanan, duduk, tidak berlebihan, dan mengambil yang terdekat. Adab ini diajarkan untuk membedakan diri dari setan yang makan dengan tangan kiri.
Berikut adalah rincian dalil dan adab makan-minum:
  • Membaca Basmalah: Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia menyebut nama Allah (Bismillah). Jika lupa, bacalah Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi." (HR. Tirmidzi).
  • Menggunakan Tangan Kanan: "Apabila salah seorang di antara kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya, dan apabila minum, minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)
    .
  • Makan/Minum Sambil Duduk: Nabi SAW melarang minum sambil berdiri.
  • Mengambil Makanan Terdekat: Nabi SAW bersabda pada Umar bin Abi Salamah, "Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu." (HR. Bukhari & Muslim).
  • Tidak Mencela Makanan: Nabi SAW tidak pernah mencela makanan. Jika suka dimakan, jika tidak suka ditinggalkan. (HR. Bukhari & Muslim).
  • Tidak Berlebihan: "Tidak ada wadah yang lebih buruk yang diisi oleh manusia selain perutnya..." (HR. Tirmidzi).
  • Mengakhiri dengan Hamdalah: Dianjurkan mengucap Alhamdulillah setelah selesai makan.
  • Makan dari Pinggir Nampan: Keberkahan turun di tengah makanan, maka makanlah dari sisinya

Demikian yang bisa kami sampaikan dalam artikel sederhana ini, semoga menjadi penyemangat kita dalam menerapkan adab adab makan sesuai yang Rosul saw tuntunkan, baik dalam acara Buka puasa bersama di masjid / Mushalla, atau acara perjamuan Aqiqah.

wallohua'lam 


Info dan Pemesanan Aqiqah

WA 1 : 087853330305
WA 2 : 085648811035



Tidak ada komentar :

Posting Komentar