Pilih Selapanan Atau Aqiqah..?, by Sakinah Aqiqah
Alhamdulillah, Syukur senantyasa kita panjatkan kepada Alloh, Robb seluruh Alam, pengatur seluruh alam semesta, serta Pemilik aturan tertinggi, sehingga dengan aturan tersebut selamatlah kehidupan seluruh isi jagad raya.
sholawat dan salam untuk Baginda Rosul SAW, yang dengan perantara Beliau sampailah syariat dan aturan Alloh kepada kita, seluruh Ummat Manusia.
Pada kesempatan kali ini akan kita bahas sebuah kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat kita, khusus nya orang jawa dan madura, dan kegiatan yang sering dilakukan oleh kaum muslimin.
kegiatan terebut adalah kegiatan SELAPANAN dan AQIQAH/ AQIQOH.
Mari kita bahas SELAPANAN.
Selapanan adalah tradisi selamatan atau ritual adat Jawa yang dilaksanakan saat bayi berusia 35 hari, dihitung berdasarkan pertemuan hari masehi dan pasaran Jawa (weton). Tradisi ini bertujuan memohon keselamatan, syukur atas kelahiran, serta ditandai dengan pemotongan rambut dan kuku bayi.
Berikut adalah detail mengenai selapanan:
Perhitungan Waktu: Istilah "selapan" berasal dari dua kata, yaitu sela (35) dan pan (hari), merujuk pada hitungan 1 bulan Jawa atau 35 hari, di mana weton lahir bayi berulang kembali.
- Tujuan dan Makna: Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan, sekaligus bentuk doa agar bayi tumbuh sehat, selamat, dan memiliki berkah. Ini juga sering dianggap momen transisi penting bagi bayi.
- Prosesi Umum: Biasanya melibatkan acara kenduri/selamatan dengan menyajikan tumpeng, pemotongan rambut (cukur rambut), dan pemotongan kuku bayi.
- Penggunaan Lain: Selapanan juga bisa merujuk pada pertemuan atau kegiatan rutin yang dilakukan setiap 35 hari sekali (contoh: pengajian selapanan).
Pembahasan AQIQAH/AQIQOH
Aqiqah adalah ibadah penyembelihan hewan ternak (kambing/domba/sapi) sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak, hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Dilaksanakan pada hari ke-7, 14, atau 21 kelahiran, dengan ketentuan 2 ekor kambing untuk laki-laki dan 1 ekor untuk perempuan, serta diiringi cukur rambut dan pemberian nama.
Poin Penting Aqiqah:
Tujuan: Bentuk syukur, penebus gadai anak, dan sarana berbagi kepada sesama.
- Hukum: Sunnah Muakkad (Sangat Dianjurkan) bagi orang tua yang mampu.
- Hewan: Kambing/domba yang sehat, tidak cacat, dan cukup umur (minimal 1 tahun/ atau 6 bulan untuk jenis Domba)
- Waktu: Paling utama hari ke-7 setelah kelahiran.
- Pembagian: Daging disunnahkan dibagikan dalam keadaan matang.
Aqiqah merupakan wujud pengabdian dan doa orang tua agar anaknya mendapatkan keselamatan serta keberkahan di dunia dan akhirat.
Bagaimana menyikapi...?
Sebagai seorang muslim kita harus memiliki standar pola pemikiran yang benar terhadap segala kegiatan dan aktivitas kehidupan kita.Termasuk benturan kegiatan yang terjadi pada acara kelahiran bayi, yakni acara Aqiqah dan selapanan.
Apabila kita memiliki pemahaman yang benar terhadap agama dan didukung oleh lingkungan yang juga memahami agama dengan benar, maka tidak akan ada masalah yang timbul di masyarakat. Yakni kita akan mempertahankan acara Aqiqah dan meninggalkan acara selapanan
Apabila kita memiliki pemahaman yang benar terhadap agama dan didukung oleh lingkungan yang juga memahami agama dengan benar, maka tidak akan ada masalah yang timbul di masyarakat. Yakni kita akan mempertahankan acara Aqiqah dan meninggalkan acara selapanan
Akan tetapi kadangkala kita berada pada masyarakat yang tidak memiliki ide pemahaman agama yang sama dengan kita, bahkan mungkin termasuk keluarga dan orang tua kita pun demikian. Maka kita harus pandai-pandai melakukan dakwah terhadap agama ini.
Harus kita pahamkan bahwasanya aqiqah adalah syariat bukan hanya budaya, sedangkan selapanan hanyalah sebatas budaya masyarakat. Maka setelah kita melakukan dakwah terhadap agama ini, selanjutnya adalah menyerahkan urusan ini kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Apabila masyarakat kita dan termasuk keluarga kita mau menerima maka Alhamdulillah kita bisa melaksanakan aqiqah tanpa ada acara selapanan
Namun apabila tidak bisa dan akan menimbulkan kegaduhan dan bahkan bisa jadi perpecahan dalam keluarga kita, maka kita ambil jalan tengah yang insya Allah juga bisa kita laksanakan. Yaitu melaksanakan aqiqah dan selapanan secara bersama-sama.
Di mana ada perbedaan waktu antara aqiqah dan selapanan, maka jika memungkinkan kita laksanakan acara selapanan pada hari ke-21 setelah kelahiran. Dengan dalih melaksanakan selapanan kita tetap bisa melaksanakan aqiqah sesuai sunnah yaitu pada pekan ketiga setelah kelahiran.
Namun apabila tidak bisa maka kita bisa melaksanakan aqiqah pada hari selapan bayi tersebut. Tetapi penyembelihan kambing aqiqahnya adalah tetap diniatkan untuk aqiqah bukan acara selapanan.
Semoga Allah selalu membimbing dan membantu kita untuk senantiasa berpegang teguh pada syariat dan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan kepada kita selaku kaum muslimin.
Wallahu a'lam.
Demikian yang bisa kami tuturkan dalam artikel sederhana ini, semoga kita bisa melaksanakan aqiqah sesuai sunnah Rasul shallallahu alaihi wasallam
Sakinah Aqiqah.
Surabaya, 14 Sya'ban 1447 H/ 2 Pebruari 2026 M
info dan Pemesanan Aqiqah.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar