Nabi Ya'kub dalam pandangan SAKINAH AQIQAH

Pages

Nabi Ya'kub dalam pandangan SAKINAH AQIQAH

Meneladani Nabi Ya’qub AS: Simbol Kesabaran dan Cinta Kasih dalam Keluarga Sakinah Aqiqah

Sakinah Aqiqah Surabaya. Nabi Ya’qub AS adalah putra dari Nabi Ishaq AS dan cucu dari Nabi Ibrahim AS. Dalam sejarah Islam, sosok Nabi Ya’qub dikenal bukan hanya sebagai seorang utusan Allah yang saleh, tetapi juga sebagai figur ayah yang luar biasa dalam menghadapi berbagai ujian keluarga. Nama beliau sering disebut dalam Al-Qur'an, terutama dalam Surah Yusuf, yang menggambarkan betapa besar keteladanan yang bisa kita ambil dari kehidupan beliau.
Berikut adalah beberapa poin utama keteladanan Nabi Ya’qub AS yang sangat relevan untuk dipraktikkan di masa kini, yang di rangkum oleh Sakinah Aqiqah Surabaya :

1. Kesabaran yang Indah (Sabrun Jamil) by SAKINAH AQIQAH

Salah satu ujian terberat Nabi Ya’qub adalah kehilangan putra kesayangannya, Nabi Yusuf AS, akibat ulah saudara-saudaranya yang iri. Selama berpuluh-puluh tahun, Nabi Ya’qub menanggung kesedihan yang mendalam hingga matanya memutih (buta) karena terlalu banyak menangis.
Namun, di tengah kesedihan itu, beliau mengucapkan kalimat yang abadi: "Fashabrun jamil" (Maka kesabaran yang indahlah bagiku). Beliau tidak mengeluh kepada manusia, melainkan hanya mengadukan kesedihannya kepada Allah SWT. Ini mengajarkan kita bahwa sabar bukan berarti tidak merasa sedih, melainkan menjaga lisan dan hati agar tetap rida terhadap takdir Allah.

2. Berprasangka Baik (Husnuzan) kepada Allah, by SAKINAH AQIQAH

Meskipun bukti-bukti fisik menunjukkan bahwa Yusuf telah tiada (melalui baju yang dilumuri darah palsu), Nabi Ya’qub tetap memiliki keyakinan kuat bahwa suatu hari ia akan bertemu kembali dengan putranya. Keyakinan ini menunjukkan betapa kuatnya husnuzan beliau kepada Allah. Di tahun 2026 yang penuh dengan ketidakpastian ini, memiliki harapan positif dan kepercayaan penuh pada rencana Tuhan adalah fondasi mental yang sangat dibutuhkan.

3. Kasih Sayang dan Perhatian kepada Anak, by SAKINAH AQIQAH

Nabi Ya’qub adalah sosok ayah yang sangat perhatian. Beliau tidak hanya memperhatikan kebutuhan fisik anak-anaknya, tetapi juga kondisi spiritual dan psikologis mereka. Sebelum beliau wafat, hal utama yang beliau khawatirkan bukanlah warisan harta, melainkan akidah anak-anaknya. Beliau bertanya kepada mereka, "Apa yang kamu sembah sepeninggalanku?" (QS. Al-Baqarah: 133). Keteladanan ini mengingatkan orang tua bahwa pendidikan agama adalah warisan yang paling utama.

4. Kebijaksanaan dalam Menghadapi Konflik, by SAKINAH AQIQAH

Ketika anak-anaknya yang lain berbuat salah dan mengakui dosa mereka di kemudian hari, Nabi Ya’qub tidak mengedepankan amarah. Beliau justru membukakan pintu maaf dan berjanji untuk memohonkan ampunan bagi mereka kepada Allah. Beliau menunjukkan bahwa fungsi kepala keluarga adalah menjadi pelindung dan pembimbing, bahkan ketika anggota keluarga melakukan kesalahan besar.

5. Teguh Memegang Janji dan Amanah, by SAKINAH AQIQAH

Nabi Ya’qub dikenal sebagai pribadi yang sangat memegang teguh komitmen. Hal ini terlihat dari kisah masa mudanya dan bagaimana beliau mendidik putra-putranya untuk selalu bertanggung jawab atas ucapan mereka. Integritas inilah yang membuat beliau sangat dihormati dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Penutup, by SAKINAH AQIQAH

Kisah Nabi Ya’qub AS adalah cermin bagi kita semua tentang bagaimana mengelola rasa sakit hati, kehilangan, dan konflik keluarga dengan cara yang bermartabat. Di era modern ini, kita belajar dari beliau bahwa kekuatan sejati terletak pada kedekatan hubungan dengan pencipta dan kemampuan untuk tetap mencintai meskipun sedang terluka.
Semoga kita dapat meneladani sifat Sabrun Jamil Nabi Ya’qub AS dalam menghadapi setiap ujian kehidupan yang menyapa kita di tahun 2026 dan seterusnya.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar