Visi Keluarga Muslim, Aqiqah Surabaya

Pages

Visi Keluarga Muslim, Aqiqah Surabaya

VISI KELUARGA MUSLIM


Assalamualaikum warohmah.

Alhamdulillah, Allohumma Sholli 'ala Muhammad..

Pada kesempatan ini, kami, Sakinah Aqiqah Surabaya, ingin mengingatkan kembali terkait visi dan tujuan didirikannya sebuah keluarga oleh kaum muslimin.

Dalam mengarungi bahtera keluarga yang panjang, perlu lah di ilmu i, sebuah tujuan didirikannya sebuah keluarga. karena tanpa ilmu, maka celakalah aktivitas kehidupan kita. Alloh dan Rosulnya sudah memberikan pedoman kehidupan khususnya di dalam dunia keluarga. yakni tetang bagaimana arah dan visi keluarga itu seharusnya di laksanakan.

berikut visi keluarga muslim yang harus kita terapkan dalam keluarga kita :

1. Keluarga yang qurrota a'yun.

Keluarga qurrota a'yun, Layanan Aqiqah di surabaya, dalam QS. Al-Furqan ayat 74 adalah keluarga yang harmonis, di mana istri, anak, dan keturunannya menjadi penyejuk mata dan hati (penenang jiwa) bagi orang tua karena ketaatan dan akhlaknya, serta menjadi teladan bagi orang lain, dengan tujuan menjadi pemimpin orang bertakwa (imama lil muttaqina). Ciri-cirinya adalah anggota keluarga berakhlak mulia, tutur kata halus, perbuatan mencerminkan iman dan ilmu, serta penampilan rapi. 
  • Penyejuk Mata dan Hati: Maksudnya adalah ketenangan, keteguhan, kebahagiaan, dan kegembiraan yang dibawa oleh pasangan dan anak-anak.
  • Anak yang Saleh: Anak yang taat beribadah, berakhlak baik, dan menyenangkan orang tuanya (penenang hati). Jasa aqiqah di surabaya

2. keluarga yang kelak bisa kembali berkumpul di syurga.

QS. At-Tur ayat 21 menjelaskan janji Allah SWT bahwa orang-orang mukmin akan dipertemukan dan dikumpulkan bersama anak cucu mereka di surga jika anak cucu tersebut mengikuti keimanan orang tuanya, bahkan Allah akan meninggikan derajat anak cucu tersebut agar setara dengan orang tuanya, tanpa mengurangi pahala amal orang tua, sebagai bentuk kasih sayang dan penghargaan atas usaha dakwah keluarga dalam ketaatan. 
Teks Ayat (Arab, Latin, Terjemahan):
  • Arab: وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ.
  • Latin: Wa allażīna āmanū wattaba'athum żurriyyatuhum bi-īmānin alḥaqnā bihim żurriyyatahum wa mā alatnāhum min 'amalihim min syai'in, kullu imri'in bimā kasaba rahīn.
  • Terjemahan: "Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.". 
Intisari Makna:
  • Perjumpaan di Surga: Allah akan menyatukan keluarga mukmin di surga, mengangkat derajat anak cucu yang beriman agar bisa berkumpul bersama orang tua dan kakek nenek mereka, meskipun amal anak cucu belum setara.
  • Ketaatan Anak: Syarat utamanya adalah anak cucu tetap mengikuti jejak keimanan orang tuanya.
  • Tidak Mengurangi Pahala: Amal saleh orang tua tidak akan dikurangi pahalanya sedikit pun karena adanya pengangkatan derajat anak cucu.
  • Penghargaan dari Allah: Ini adalah karunia dan bentuk kasih sayang Allah untuk menghibur hati orang tua yang beriman dan sebagai ganjaran atas usaha mereka mendidik keluarga dalam ketaatan.
  • Tanggung Jawab Individu: Meskipun ada pengangkatan derajat, setiap orang tetap bertanggung jawab atas amal perbuatannya sendiri (setiap amal dicatat). 
Ayat ini menjadi motivasi agar setiap muslim berusaha keras untuk mendidik anak dan keturunannya agar tetap dalam keimanan, sehingga bisa berkumpul bersama di tempat yang mulia. 

3. Keluarga yang selamat dari api neraka.

Keluarga selamat dari neraka, berdasarkan QS. At-Tahrim ayat 6, adalah dengan menjaga diri sendiri dan keluarga dari api neraka dengan cara melaksanakan perintah Allah (salat, zikir, ketaatan) dan menjauhi larangan-Nya (maksiat), mendidik keluarga dengan ilmu agama dan adab, serta saling mengingatkan untuk berbuat baik, agar seluruh keluarga bisa berkumpul di surga dan terhindar dari siksa api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. 
Cara Menjaga Diri dan Keluarga dari Neraka (At-Tahrim: 6)
  • Taat kepada Allah SWT: Lakukan perintah Allah (salat, zakat) dan tinggalkan maksiat.
  • Pendidikan Agama: Ajarkan ilmu agama (fardu ain, rukun iman/Islam, dosa besar) dan adab kepada keluarga.
  • Amar Ma'ruf Nahi Munkar: Perintahkan keluarga untuk berbuat baik dan cegah mereka dari perbuatan yang dilarang.
  • Zikir dan Dzikir: Ajak keluarga untuk selalu berzikir dan mengingat Allah.
  • Membangun Pondasi Keluarga Takwa: Jadikan keluarga sebagai unit yang kuat berlandaskan syariat Islam, saling membimbing menuju surga, seperti membangun pondasi rumah yang kokoh. 
Isi Kandungan At-Tahrim Ayat 6
  • Perintah: Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
  • Deskripsi Neraka: Bahan bakarnya adalah manusia dan batu, dijaga malaikat yang kasar dan keras, tidak pernah durhaka pada Allah.
  • Tanggung Jawab: Kepala keluarga memiliki tanggung jawab besar mendidik dan membimbing keluarganya agar selamat di dunia dan akhirat.
Wallohu a'lam.. semoga kita mendapat bimbingan Alloh swt

ingat aqiqah, ingat SAKINAH AQIQAH

Tidak ada komentar :

Posting Komentar