Jasa Paket Aqiqah Surabaya 'SAKINAH'

Pages

Kisah Kedzaliman, by Sakinah Aqiqah

Kisah Perampasan Hak Orang Lain, by Sakinah Aqiqah

Sakinah Aqiqah. Cerita ini bersumber dari kitab Durratun Nashihin karya Syekh Utsman Al-Khaubawi dan juga dikutip oleh Imam Adz-Dzahabi.

Berikut alur lengkap kisah tragis tersebut:

1. Perampasan Ikan di Tepi Pantai, by Sakinah Aqiqah

Alkisah, ada seorang nelayan miskin yang seharian melaut namun tidak mendapatkan hasil apa pun. Menjelang pulang, atas izin Allah, jala nelayan tersebut berhasil menangkap seekor ikan yang sangat besar dan gemuk. Sang nelayan sangat bahagia karena ikan tersebut bisa memberi makan keluarganya dan sisanya bisa dijual untuk menyambung hidup.
Namun saat ia tiba di daratan, seorang pria yang memiliki kekuasaan (dalam sebagian riwayat disebut tentara, pejabat, atau penguasa zalim) melihat ikan besar itu. Dengan angkuh, pria tersebut memerintahkan sang nelayan untuk menyerahkan ikannya. Nelayan itu menolak dan memohon agar ikan tersebut tidak diambil karena itu adalah satu-satunya penyambung hidup keluarganya.
Mendengar penolakan tersebut, pria itu marah. Ia memukul sang nelayan dan merampas ikan tersebut secara paksa, lalu melenggang pergi tanpa membayar sepeser pun.

2. Doa Nelayan yang Terzalimi, by Sakinah Aqiqah

Sambil menangis menahan sakit dan sedih, nelayan yang malang itu tidak mampu melawan kekuatan sang penguasa. Ia hanya bisa menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berdoa dengan tulus:

"Ya Allah, sesungguhnya orang itu telah menggunakan kekuasaannya untuk merampas rezeki yang Engkau berikan kepadaku secara zalim. Maka perlihatkanlah kepadaku kekuasaan-Mu atas dirinya."

3. Balasan Instan yang Mengerikan, by Sakinah Aqiqah

Keadilan Allah langsung bekerja. Saat pria penindas itu berjalan pulang sambil menjinjing ikan rampasannya, tiba-tiba ikan yang sudah mati tersebut menggelepar dan menggigit ibu jari tangannya dengan sangat kuat. Pria itu berteriak kesakitan dan buru-buru melepaskan gigitannya.
Sesampainya di rumah, luka di ibu jarinya tidak kunjung sembuh, bahkan semakin membengkak dan terasa panas luar biasa seperti terbakar. Ia pergi ke dokter, dan dokter tersebut berkata, "Penyakit ini berbahaya. Jika ibu jari ini tidak segera dipotong (diamputasi), racunnya akan menjalar ke seluruh telapak tanganmu." Karena tidak tahan menahan sakit, ia setuju ibu jarinya dipotong.

Namun, rasa sakit itu tidak berhenti. Beberapa hari kemudian, pembengkakan menjalar ke telapak tangannya. Dokter terpaksa mengamputasi tangannya sampai pergelangan. Tidak lama setelah itu, penyakitnya naik lagi hingga siku, sehingga tangannya harus dipotong sampai siku. Terakhir, infeksi terus menjalar hingga dokter harus memotong seluruh lengan kanannya dari pangkal bahu. Pria kuat itu kini cacat dan kehilangan segalanya karena penderitaan yang tiada henti.

4. Kesadaran dan Permohonan Maaf, by Sakinah Aqiqah

Melihat penderitaannya yang tidak masuk akal, seorang yang bijak mendekatinya dan bertanya, "Apa yang sebenarnya telah kamu lakukan hingga mendapat azab seperti ini?"
Pria itu menangis dan menceritakan kisahnya yang telah menzalimi seorang nelayan miskin. Orang bijak itu berkata, "Celaka kamu! Mengapa tidak sejak awal kamu mencari nelayan itu dan meminta maaf kepadanya? Pergilah cari dia sebelum penyakit ini menjalar ke seluruh tubuhmu dan membunuhmu!"
Dengan tubuh yang lemah, pria itu berjalan tertatih-tatih mencari sang nelayan di sekitar pantai. Begitu menemukannya, ia langsung bersujud di kaki nelayan tersebut sambil menangis.
"Wahai saudaraku, demi Allah, maafkanlah aku. Lihatlah apa yang terjadi pada diriku akibat berbuat zalim kepadamu," ratapnya.
 
Sambil menangis tersedu-sedu, sang nelayan miskin merasa iba melihat kondisi tragis orang yang dulu memukulnya. Nelayan itu berkata, "Aku telah memaafkanmu karena Allah."

Pria itu kemudian bertanya, "Apa yang kamu ucapkan saat aku merampas ikanmu?" Nelayan itu pun memberi tahu doa yang diucapkannya langsung kepada Allah. Setelah dimaafkan dengan tulus, atas izin Allah, rasa sakit di tubuh pria tersebut akhirnya berangsur-angsur sembuh dan hilang.

Pelajaran Penting dari Kisah Ini, by Sakinah Aqiqah 

Bahaya Kezaliman: Kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat, dan balasannya sering kali ditunjukkan oleh Allah langsung di dunia sebelum akhirat.

Keampuhan Doa Orang Tertindas: Tidak ada penghalang antara doa orang yang dizalimi dengan Allah SWT, meskipun yang dizalimi adalah orang miskin yang tidak punya daya.

Pentingnya Meminta Maaf kepada Sesama: Dosa kezaliman kepada manusia tidak akan diampuni oleh Allah sebelum manusia yang disakiti memberikan maafnya.

Info dan Pemesanan Aqiqah :
KLIK LINK INI


WA 1 : 087853330305
WA 2 : 085648811035 

Perbedaan Aqiqah dan Qurban, by Sakinah Aqiqah

AQIQAH VS QURBAN, By Sakinah Aqiqah


Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang perbedaan antara AQIQAH dan QURBAN

Perbedaan utama antara kambing Aqiqah dan Qurban terletak pada tujuan, waktu pelaksanaan, aturan jumlah hewan, dan distribusi dagingnya. Aqiqah adalah wujud syukur atas kelahiran anak, sedangkan Qurban merupakan ibadah tahunan saat Idul Adha.

Berikut rincian perbedaan lengkapnya yang dapat kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya :

1. Tujuan Ibadah, by Sakinah Aqiqah

Aqiqah: Ibadah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak.
Qurban: Ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada sesama umat Islam.


2. Waktu Pelaksanaan, by Sakinah Aqiqah

Aqiqah: Dilaksanakan pada hari ketujuh, ke-14, atau ke-21 dari hari kelahiran bayi. Jika terlewat, tetap boleh dilaksanakan kapan saja hingga anak tersebut baligh

Qurban: Waktu pelaksanaannya sangat terbatas, yakni hanya pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan tiga hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah).


3. Jumlah Hewan, by Sakinah Aqiqah

Aqiqah: Syarat jumlah berbeda berdasarkan jenis kelamin anak. Anak laki-laki disyariatkan menyembelih 2 ekor kambing, sedangkan anak perempuan cukup 1 ekor.
Qurban: Jumlah tidak dibatasi dan disesuaikan dengan kemampuan finansial. Untuk kurban kambing/domba, ketentuannya adalah 1 ekor untuk 1 orang.


4. Distribusi Daging, by Sakinah Aqiqah

Aqiqah: Daging disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu (biasanya dibuat matang) sebelum dibagikan kepada kerabat, tetangga, dan fakir miskin.
Qurban: Daging biasanya dibagikan dalam keadaan mentah. Sepertiga bagian untuk yang berqurban, sepertiga untuk fakir miskin, dan sepertiga sisanya untuk sedekah atau disimpan

5. Prioritas (mana yang di utamakan) by Sakinah Aqiqah

Jika Anda harus memilih untuk mendahulukan keduanya karena keterbatasan dana, mayoritas ulama (termasuk dalam Mazhab Syafi'i yang dianut di Indonesia) menyarankan untuk mendahulukan qurban jika waktunya bertepatan dengan Idul Adha. Hal ini karena qurban merupakan syiar besar yang waktunya sangat terbatas.

Wallohu a'lam...

JIKA ANDA MENEMUKAN DALIL YANG LEBIH SHOHIH DALAM MATERI INI, SILAKAN MENGIKUTI YANG ANDA YAKINI KE SHOHIH AN NYA...
Info dan Pemesanan Aqiqah :
KLIK LINK INI


WA 1 : 087853330305
WA 2 : 085648811035